Jelaskan perkembangan islam pada masa khalifah abasiah dan umayiah
IPS
9ftasyaoktaviatasya
Pertanyaan
Jelaskan perkembangan islam pada masa khalifah abasiah dan umayiah
1 Jawaban
-
1. Jawaban baginda22
Bersamaan dengan meninggalnya khalifah Ali bin Abu Thalib maka hilang sudah sistem pemerintahan khalifah yang bersifat demokratis. Bentuk pemerintahan berganti menjadi dinasti (kerajaan). Sejak dulu Mu’awwiyah sangat berambisi untuk duduk di kursi kekuasaan. Oleh karena itu, ia melakukan segala cara, dengan siasat dan tipu muslihat yang licik. Kedudukannya sebagai khalifah tidak berdasarkan musyawarah dan kesepakatan kaum muslimin.
Selama dinasti ini berkuasa, banyak kemajuan yang dicapai, khususnya dalam bidang penaklukan daerah danperluasan wilayah. Untuk perluasan wilayah barat dikirimlah putranya sendiri, yazid bin Mu’awwiyah ke daerah Byzantium, sedangkan ke wilayah Timur dikirim panglima Muhallab bin Abi Sufrah. Selain itu, masih banyak panglima-panglima lain yang ditugaskan oleh muawiyyah untuk mengadakan perluasan ke wilayah Afrika.
Selama kekuasaan dinasti bani umayyah, terdapat banyak perkembangan dan kemajuan yang dialami umat islam. Daerah kekuasaan semakin luas dan persoalan pemerintahan dan persoalan hidup pun semakin kompleks. Muawiyyah sangat berambisi untuk menakhlukkan Bizantium dengan symbol kekuatannya terdapat di kota konstatinopel. Ada tiga hal yang mendorong muawiyyah malakukan hal tersebut, yaitu sebagai berikut
a) Byzantium merupakan basis kekuatan Kristen ortodoks yang di anggap akan berbahaya bagi perkembangan islam.
b) Orang-orang bizantium suka mengadakan penyerangan terhadap kaum muslimin.
c) Bizantium memiliki kekayaan yang amat melimpah ruah.
Di laut Tengah armada laut Islam berhadapan dengan armda Byzantium. Dalam suatu baku tembak diperairan Lychia pasukan Islam berhasil menghancurkan armada Byzantium.
Didaratan Afrikan Utara pasukan Islam yang telah berhasil menduduki Mesir di zaman Umar, dilanjutkan terus ole Khalifah Al-Walid (705-715 M) dari Bani Umayah. Dibawah Amir Maghribi, Musa berhasil menaklukan kota lama Kartago, untuk seterusnya memasuki daerah suku-suku bangsa Berber di Maghribi.
Setelah menguasai Afrika Utara pada tahun 710 M Amir Musa memerintahkan Thariq bin Zihad untuk menyeberang ke Tanjung Iberia didaratan Spanyol sebelah barat. Begitu seluruh pasukan mendarat didaratan Iberia Spanyol Thariq membakar semu perahu yang telah menyeberangkan mereka ke tujuan. Tindakan itu dimaksudkan agar tidak ada pilihan bagi pasukan Islam, kecuali maju untuk menyongsong hari baru, yaitu kemenangan.
Pada tahun 717-718 M operasi dilanjutkan dengan kepemimpinan Al-Hurr bin Abdul Rahman Al-Tsagafi, sebagai pengganti ketiga dari Amir Musa. Gerakan itu menuju Spanyol Utara setslah menaklukan Saragosa. Langkah-langkah perluasan aderah itu terjadi di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720 M).
Peta kekhalifahan Umayah meliputi kawasan yang amat luas. Disebelah barat berbatasan dengan Teluk Biskaye di Eropa dan Maghribi di Afrika Utara. Disebelah timur berbatasan dengan Danau Aral, batas Tiongkok dan Lemabah Indus di India. Belum lagi dikawasan seluruh jazirah Arab.
Sepanjang sejarah, dinasti bani umayyah telah banyak memberikan andil besar terhadap perkembangan dan kemajuan peradaban islam. Ilmu pengetahuan dapat berkembang dengan baik, begitu pula kebudayaannya. Di antara kebudayaan islam yang berkembang pada masa itu, antara lain seni sastra, seni ukir, seni suara,seni arsitektur, dan sebagainya. Pada masa ini telah banyak didirikan bangunan-bangunan yang megah dan indah, seperti masjid-masjid, rumah-rumah, perkantoran, istana para raja.